KAMAR NO. 13
ada sebuah ruang kosong angkuh namun sunyi
di sela ilalang dan bengkah tanah gersang itu
padanya bersemayam kematian bernama rindu
mawar menjadi anyir baunya
ada ribuan lukisan pelangi juga bercak-bercak
hitam darah kering masa lalu
di sana mimpi berlarian dari musim ke musim mencari
pecahan kabut berceceran seperti perih udara
ada ular-ular lapar berulangkali singgah
atau sekedar berteduh sesekali
kutemukan nafas-nafas tercekik
seperti wajah pagi diterjang matahari
ada pengelana dalam labirin ruang itu sekedar menyapa
dan kemudian juga pergi
padanya kutemukan gelisah tertinggal diantara doa-doa
dalam kotak rahasia
2009
Orang biasa yang bergelut dengan hal-hal biasa. Mencoba untuk menuangkan gagasan, ide dan karya dalam sebuah media.



















Tinggalkan sebuah Komentar